Senin, 06 September 2021

MAKNA KEMERDEKAAN

 

MAKNA KEMERDEKAAN

Oleh : Fajar Senjaya

 

Siang itu terjadi diskusi yang hangat, antara Guru dengan kepala Madrasah di sebuah MTs di  Majalengka - Jawa Barat., menyikapi dengan adanya Pandemi Covid – 19 yang melanda seluruh Dunia tidak terkecuali Indonesia dan imbasnya bagi dunia pendidikan, bagaimana dunia pendidikan harus melakukan inovasi dan beradaptasi dengan perubahan dan tantangan zaman.

 

“ Bagaimana pak kepala, kalau kita jadikan ini sebagai program Madrasah saja, sebab kayaknya belum banyak Madrasah di Majalengka yang mencanangkan sebagai Madrasah literasi, lebih keren lagi kalau kita memilih Literasi Digital, sebab perkembangan teknologi informasi dan komunikasi begitu pesat terlebih dengan adanya Pandemi Covid -19, yang menjadikan aktivitas seorang dibatasi sehingga mau tidak mau, kita terpaksa memilih menggunakan teknologi, sebagai solusi ketika ada pembatasan aktivitas pertemuan langsung antar manusia” dengan berapi api disampaikan dalam sebuah rapat dinas Madrasah.

  

“ Saya kok punya pemikiran yang sama yach dengan pemikiran pa sikur “ jawab pak muhamad kepala madarsah menanggapi usulan salah satu gurunya, lebih lanjutk pak muhamad berkata “ kegiatan pembelajaran harus tetap berjalan, walapaun dalam keadaan situasa seperti ini, mungkin yang harus kita rubah adalah model dan metode pembelajarannya saja, pak sikur ”     

 

“ Iya betul pak seperti itu, yang baru terfikirkan oleh saya adalah ketika menerapkan Pembelajaran Daring di Madarasah kita, maka media pembelajaran yang kita gunakan adalah aplikasi whatsapp, google Classroom dan juga sekali kali kita kombnasikan dengan aplikasi video conference seperti Zoom meeting ataupun bisa kita gunakan aplikasi bawaan Google yaitu Google Meet, itu yang paling mudah dan paling memungkinkan diterapkan di madrasah kita pak ”

 

“ Oke, gak apa – apa, kita gunakan media pembelajaran itu saja, tapi sebelumnya bagaimana tanggapan yang lain terkait masalah ini ? ”

 

“ Kalau bagi saya sih, siap saja pak “  pak jaelani salah satu guru menimpali

 

“ Tapi menurut saya kita harus melihat dulu sejauhmana kesiapan dari Guru itu sendiri dan terlebih lagi kita juga harus melihat kesiapan dari Siswa, jangan sampai kita belum siap karena kita belum menguasai aplikasi yang disebutkan tadi “   bu aisyah menanggapi.

 

“ Oh ya betul itu pak sikur? Kita juga harus mempertimbangkan kualitas sdm yang kita miliki, baik itu SDM Guru maupun SDM Siswanya, belum lagi sarana prasana seperti HP, jaringan dan Kuota bagi anak “  bapak kepala madrasah ikut menimpali.

 

“ Terkait hal tersebut, itu memang yang menjadi problem utama yang akan kita hadapi, satu sisi kita dituntut untuk tidak boleh melakukan pembelajaran tatap muka, akan tetapi di satu sisi yang lain kita juga belum memiliki kualitas yang baik untuk menerapkan teknologi yang bisa dijadikan alternative, terkait masalah kualitas sdm, mungkin hal yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan pelatihan dulu bagi guru yang belum menguasai aplikasi tersebut, sesudah itu baru kepada Siswa, dan terkait dengan kouta yang tahu pemerintah akan memberikan bantuan kuota bagi siswa dan guru, kayak paling seperti itu, pak kepala dan bapak ibu guru yang saya hormati” dengan panjang lebar sikur MTs memberikan penjelasan.

 

“ Ya betul sekali terkait kouta nanti akan ada bantuan dari pemerintah, kalau begitu kita sepakati saja seperti itu, dan berarti media pembelajaran yang kita gunakan untuk pembelajaran Daring di Madrasah kita adalah aplikasi whatsapp, google Classroom dan juga sekali kali kita kombnasikan dengan aplikasi video conference (zoom meeting, google meet) “ pungkas Pak Muhamad kepala MTs.

 

Rapatpun bubar, walaupun masih terlihat kebingungan tergambar di raut wajah masing – masing guru ketika meninggalkan ruang rapat, tidak terkecuali dengan Sikur pak Senja, malah tampak dia termenung di meja kerjanya, entah sedang memikirkan apa, tapi tiba – tiba terdengar suaranya memanggil suatu nama, “ bi mawar tolong bikinkan kopi, gulanya jangan terlalu banyak sedikit saja, kopinya 2 sendok, pakai gelas yang kecil yah, terus airnya dimasak dulu di kompor jangan dari dispenser, airnya jangan terlalu banyak, setelah di siram oleh air diamkan dulu 3 menit, baru setelah itu di kocek.

 

“ Pesen ke warungkopi bae pak senja” jawab bi Aas.

 

“ Jangan begitu, bi Mawar, tidak tahu yah sekarang tanggal berapa, emang ?”

 

“ Iyaaaaaa ……….. pak senja, sudah cukup seperti itu saja, terdengar jawaban dari bi mawar, tapi masih terdengar samar – samar ada gerutuan dalam bahasa daerah, wongkuh keakehan ngongkon.

 

“ Ngomong apa maning bi Mawar, sing ikhlas kerja tuh”.  kata pak Sikur Senja

 

“ Iya pak senja, ini juga lagi di gaweakeun, meneng aja ngomong bae jawab bi Mawar dengan nada seperti orang sedang kesal.

 

Guru – guru yang lain sudah pulang, yang ada di MTs hanya ada pak sikur dengan staf TU madrasah dan juga Bi Mawar, tampak pak sikur senja dengan muka yang bingung dan kesal, dan dia terlihat sedang membuka buka tutorial – tutorial terkait pembelajaran online berbasis zoom meeting dan juga google meet, tapi tiba – tiba dia berkata sambil menutup laptopnya.

 

“ Kenapa tadi banyak  berbicara terkait pembelajaran daring dan juga berkata sanggup untuk memberikan pelatihan kepada Guru dan juga siswa terkait pemahaman penggunaan class room, juga zoom meeting ataupun juga google meet, yang menjadikan dirinya harus mempelajarai aplikasi itu semua melalaui buku2 digital di internet dan juga dari youtube, yang menjadikan sekarang dirinya masih di madrasah sedangkan guru yang lain sudah pulang ke rumahnya masing – masing, bertemu dengan keluarganya masing, bercanda dengan anak – anaknya dan juga melakukan aktivitas pribadi yang biasa dilakukan di rumah ”.

 

Tiba – tiba ada suara yang menyapanya, “ kenapa bicara sendiri pak, awas ah, nanti kesambet, he………he, maaf saya pulang duluan yach pak senja”.

 

“ oh iya pak dian, silakan, saya mungkin sebentar lagi “

Tiba – tiba Hpnya bergetar dan bersuara, setelah dilihat, ternyata pesan yang tidak ada namanya, setelah di buka ternyata berisi pemberitahuan mendapatkan hadiat senilai 30 juta, diapun berguman, hem …. Emangnya saya siapa yang mudah tertipu”.

 

“Pak Sikur pulangnya kapan, yang lain sudah pulang semua tuh, terus besok libur yach, atau ada upacara di MTs”

 

“ Hah….. Upacara apa bi ?”

 

“ Aduh, gimana pak Senja ini, sampai lupa besokkan, HUT RI ke 76 ”

 

“ Ooooooh iya, saya lupa dan hilap  nih……………. Terima kasih bi, sudah di ingatkan, kayaknya HUT sekarang karena masih suaasana Pandemi, upacaranya di rumah masing – masing, kalau begitu saya pulang dulu ah ”.

 

“ Moggo pak ” jawab bi Mawar

 

Di perjalanan pulang, terlihat bendera merah putih banyak terpasang di depan rumah yang dia lewati, diapun berfikir, besok adalah HUT RI ke 76, perayaan untuk mengenang kemerdekaan dari penjajahan, dulu para pahlawan rela berjuang meluangkan waktu, tenaga, harta bahkan rela memberikan jiwanya, demi bisa merdeka dari penjajah, tapi dirinya  sekarang yang hanya dituntut oleh bangsa ini untuk meluangkan waktu dan juga fikirannya, untuk kemajuan bangsa ini, sudah mengeluh, dan juga tidak ikhlas, lantas apa arti merdeka yang sebenarnya bagi bangsa ini ?.

                                                                                           

Pangkalanpari, 20 Agustus 2021

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar