Rabu, 12 Oktober 2016

MAKNA BELAJAR



MAKNA BELAJAR
Oleh : Kang Fajar 
Islam menempatkan belajar sebagai hal yang pertama dan utama yang harus dilakukan oleh manusia dan  aktivitas yang pertama dan harus dilakukan oleh seseorang ketika belajar adalah membaca, dimana bisa disebutkan bahwa intinya belajar adalah membaca, dan Islam memandang  hal tersebut tercermin dari 5 Ayat pertama yang di wahyukan oleh Allah SWT kepada manusia pilihan Nabi Muhammad Saw, yaitu Firman Allah SWT :
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ , خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ , اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ , الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ,
 عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya : “ Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”  (QS. Al ‘Alaq: 1-5).
 
Lima Ayat diatas merupakan lima ayat yang turun pada masa awal kenabian atau sebagai wahyu yang pertamakali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, dan perintah yang pertamakali diberikan kepada nabi Muhammad yaitu اقْرَأ yang berarti ( Bacalah), Buya Hamka dalam Tafsirnya Al Azhar menjelaskan bahwa membaca   اقْرَأ  mempunyai kedudukan yang penting dan pertama dalam Perkembangan Islam,

sedangkan  menurut Syaikh As Sa’di  menyebutkan diantara dari bentuk karunia Allah pada manusia adalah Dia mengajarkan ilmu pada manusia.
Syaikh Muhammad Abduh di dalam Tafsir Juz ‘Ammanya menerangkan: bahwa Allah yang Maha Kuasa menjadikan manusia daripada air mani, menjelma jadi darah segumpal, kemudian jadi manusia penuh, niscaya kuasa pula menimbulkan kesanggupan membaca pada seseorang yang selama ini dikenal ummi, tak pandai membaca dan menulis.
Membaca adalah inti dari kegiatan belajar, membaca dalam surat al alaq tentunya mempunyai pengertian yang luas bukan hanya membaca dalam pengertian mengeja abjad dan melafalkannya akan tetapi bisa juga membaca dalam makna manusia membaca dengan fikiran tentang kekuasaannya supaya manusia bisa bersyukur dan semakin takwa kepada Allah.  
Belajar merupakan perubahan tingkah laku yang relatif mantap berkat latihan dan pengalaman. Belajar sesungguhnya adalah ciri khas manusia dan yang membedakan dengan binatang. Belajar yang dilakukan oleh manusia merupakan bagian dari hidupnya, berlangsung seumur hidup, kapan saja dan dimana saja, baik di sekolah dan di kelas, di jalanan dalam waktu yang tidak dapat ditentukan sebelumnya. Namun demikian, satu hal sudah pasti bahwa belajar yang dilakukan oleh manusia senantiasa di landasi oleh itikad dan maksud tertentu. Berbeda dengan halnya kegiatan yang dilakukan binatang (yang sering juga dikatakan sebagai belajar).